Selasa, 27 April 2010

Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl

Muqoddimah :

Pada bulan Romadhon tahun 8 H terjadi  sebuah peristiwa agung yang sangat bersejarah dalam kehidupan Rosululloh dan umat islam. Peristiwa itu adalah Fathu Makkah, pembukaan kota mekah, yang sebelumnya di kuasai oleh orang-orang kafir musyrik menjadi wilayah kekuasaan islam. Sejak saat itulah tidak lagi disyariatkan hijroh dari mekkah ke madinah. Roslululoh bersabda :
لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ
“Tidak ada hijroh setelah fathu Makkah, namun yang ada adalah jihad dan niat.”
(HR. Bukhori Muslim)

Dengan dibukanya kota mekkah, bangsa Arab berbondong-bondong masuk kedalam agama islam,karena sebelumnya mereka masih menunggu, mereka mengatakan : jika Muhammad benar-benar seorang Nabi, pasti dia akan menguasai tanah kelahirannya. Alloh Ta’ala menggambarkan peristiwa itu dengan firman Nya :
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3)
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allahdengan berbondong-bondong (2) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu danmohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalahMaha Penerima tobat (3)
(QS. An nashr : 1-3)
Namun disela-sela fragmen sejarah itu, terdapat beberapa kisah masyhur namun ternyata kurang bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya menurut ulama’ hadits. Salah satunya adalah tentang kisah masuk islamnya Ikrimah bin abu Jahl. Dan inilah kisah tersebut :

Al Kisah :

Dari Abdulloh  bin Zubair berkata: “Saat fathu Makkah, Ikrimah melarikan diri,  namun istrinya yang bernama Ummu Hakim binti Harits bin Hisyam adalah seorang yang cerdik, dia masuk islam lalu meminta kepada Rosululloh jaminan keamanan  untuk suaminya, maka Rosululloh memerintahkanya agar  mengembalikan suaminya, lalu diapun keluar mencari suaminya. Setelah ketemu, dia berkata kepada suaminya : “Saya datang kepadamu dari seseorang yang paling bisa menyambung hubungan antara sesama serta dari orang yang paling baik, saya telah meminta jaminan keamanaan kepadanya untukmu dan dia memberikannya..” Maka Ikrimah pun kembali bersamanya, maka tatkala dia sudah dekat Mekkah, maka Rosululloh bersabda:
يَأْتِيْكُمْ عِكْرِمَةُ بْنُ أَبِيْ جَهْلٍ مُؤْمِنًا مُهَاجِرًا ، فَلَا تَسُبُّوْا أَبَاهُ ، فَإِنَّ سَبَّ الْمَيِّتِ يُؤْذِي الْحَيَّ ، وَلَا يَبْلُغُ الْمَيِّتَ
“ Akan datang pada pada kalian Ikrimah bin Abu Jahl dalam keadaan mu’min muhajir(orang yang hijroh), maka janganlah kalian mencela bapaknya, karena mencela orang yang telah meninggal dunia akan menyakiti yang masih hidup dan tidak akan sampai kepada orang yang telah meninggal dunia.” Maka tatkala dia sudah berada di pintu, maka Rosululloh bergembira  dan segera bangkit untuk menyambutnya.”

Derajat kisah :

Kisah ini palsu, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al Albani dalam Adh Dho’ifah ; 6234

Takhrij kisah :

Diriwayatkan oleh Al Waqidi dalam Al Maghozi 2/850, Hakim dalam Al Mustadrok 3/241, Baihaqi dalam al Madkhol 398/710 Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq 11/755 dari Waqidi berkata telah menceritakan kepadaku Ibnu Abi Sabroh dari Musa bin Uqbah dari Abu Habibah dari Abdulloh  bin Zubair

Sebab kelemahan kisah ini :

Kelemahan kisah ini disebabkan dua hal :
Pertama : Al Waqidi
  • Al Hafizh Ibnu Hajar dalam lisanul Mizan berkata : Al Waqidi adalah Muhammad bin Umar bin Waqid Al Aslami Abu Abdilah Al Madani, salah satu tokoh dan qodhi Iraq. Dia seorang yang matruk (ditinggalkan haditsnya) meskipun ilmunya luas.
  • Dia didustakan oleh Imam Ahmad.
  • Yahya bin Ma’in berkata : Dia tidak ada apa-apanya.
  • Ali bin Madini berkata : Al Waqidi memalsukan hadits.
  • (Al Majruhin Ibnu Hibban 2/290)
Kedua : Ibnu Abi Sabroh
Dia adalah Abu Bakr bin Abdulloh bin Muhammad bin Abu Sabroh dari penduduk Madinah.
  • Yahya bin Ma’in berkata : Dia tidak ada apa-apanya.
  • Imam Ahmad mendustakannya.
  • An Nasa’i berkata : Dia matruk.
  • Dia juga dilemahkan oleh Imam Bukhori serta lainnya.
  • (Lihat Al Majruhin 3/147, Mizanul I’tidal 4/503)
Syaikh Al Albani berkata:
“Hadits ini didiamkan oleh Hakim, Dzahabi dan Baihaqi, hal ini dalam persangkaanku adalah karena nampak kelemahan bahkan kepalsuannya, karena al Waqidi sendiri adalah seorang yang matruk (ditinggalkan haditsnya) dan gurunya Ibnu Abi Sabroh  dituduh oleh para ulama’ sebagai pemalsu hadits.”
(Lihat Adh Dho’ifah: 6234, 1443)

Siapakah Ikrimah bin Abu Jahl

Beliau bernama Ikrimah bin Amr bin hisyam (amr bin Hisyam ini adalah Abu Jahl) bin Mughiroh Al Qurosyi al Makhzumi.
Sebagaimana bapaknya, Ikrimah dulunya adalah seorang yang sangat memusuhi islam. Namun beliau masuk islam saat Fathu Makkah kemudian hijroh ke kota madinah dan ikut andil dalam memerangi orang-orang yang murtad sepeninggal Rosululloh. Beliau wafat dalam salah satu peperangan, hanya saja para ulama’ berselisih akan peperangan tersebut, sebagian mengatakan perang Yarmuk pada zaman kekhilafahan Umar bin Khothob, sebagian ulama’ lainnya berpendapat beliau wafat pada zaman Abu Bakr.
Adapun riwayat yang shohih tentang keislaman Ikrimah adalah apa yang diriwayatkan oleh An Nasa’i dengan sanad shohih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al Albani dalam shohih wa dhoif  Nasa’i :4067 adalah sebagai berikut :
Dari Mush’ab bin Sa’d dari bapaknya berkata :
“Saat fathu makkah, Rosululloh memberikan keamanan kepada manusia kecuali empat laki-laki dan dua wanita, beliau bersabda : Bunuhlah mereka meskipun kalian temukan mereka sedang berpegangan pada kain ka’bah. Mereka adalah Ikrimah bin Abu Jahl, Abdulloh bin Khothl, Maqis bin Shobabah dan Abdulloh bin Sa’d bin Abis Sarh. Adapun Abdulloh bin Khotl, dia ditemukan sedang berpegangan pada kain ka’bah, dia diserang oleh Sa’id bin Harits dan Ammar bin Yasir, hanya saja Sa’id lebih mendahului Ammar, sehingga dia lah yang membunuh Abdulloh bin Khothl. Sedangkan Maqis bin Shobabah, dia ditemukan berada di pasar, maka diapun dibunuh oleh banyak orang.
Adapun Ikrimah bin Abu Jahl, dia naik kapal di lautan, tiba-tiba datanglah badai, maka para awak kapal berkata : Ikhlaskanlah (do’a hanya kepada Allloh) karena tuhan-tuhan kalian tidak akan bisa berbuat apa-apa disini.” Maka Ikrimah berkata : “Demi Alloh, jika tidak ada yang bisa menyelamatkanku di lautan ini kecuali keikhlasan (kepada Alloh), maka tidak akan ada yang bisa menyelamatkanku di daratan melainkan Dia. Ya alloh jika saya berjanji kepadamu, jika Engkau menyelamatkanku, saya akan datang kepada Muhammad, lalu saya akan meletakkan tanganku pada tangan beliau, dan niscaya saya akan dapati beliau sebagai seorang yang pemaaf lagi mulia.” Lalu Ikrimahpun dating dan masuk islam. Adapun Abdulloh bin Abis Sarh …………”
(HR. Nasa’I. Lihat pula ash shohihah 1723)


EmoticonEmoticon